153 Orang Tewas dalam Tragedi Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Ini Kata Menko Polhukam

Sepakbola201 Dilihat
Kerusuhan stadion kanjuruhan

Smartcitymakassar.com – Malang – Tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur demikian memilukan. Dikabarkan korban tewas terus bertambah. Dari informasi yang diterima Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), korban tewas bertambah menjadi 153 orang.

Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan, aparat sebelumnya mengusulkan agar pertandingan Arema FC melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang dilaksanakan sore hari dan bukannya malam hari.

“Sejak sebelum pertandingan pihak aparat sudah mengantisipasi melalui koordinasi dan usul-usul teknis di lapangan,” kata Mahfud dikutip di media sosialnya, Minggu (2/10/2022).

“Misalnya, pertandingan agar dilaksanakan sore (bukan malam), jumlah penonton agar disesuaikan dengan kapasitas stadion yakni 38.000 orang,”sambungnya.

Namun, dia mengatakan, panitia pelaksana (panpel) tidak melaksanakan usulan dari pihak kepolisian tersebut. Laga Arema FC melawan Persebaya akhirnya tetap dilaksanakan pada malam hari.

“Tapi usul-usul itu tidak dilakukan oleh panitia pelaksana yang tampak sangat bersemangat. Pertandingan tetap dilangsungkan malam, dan tiket yang dicetak jumlahnya 42.000,” ujar Mahfud.

Mahfud juga telah menerima informasi dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dia juga sudah berkoordinasi langsung dengan Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta terkait tragedi berdarah persebakbolaan Indonesia.

“Pemerintah menyesalkan atas kerusuhan di Kanjuruhan. Pemerintah akan menangani tragedi ini dengan baik,” tutup Mahfud.

Sebelumnya, Polda Jatim menyebut ada 127 orang yang meninggal dunia akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, tadi malam. Kerusuhan terjadi usai pertandingan antara Arema versus Persebaya berakhir dengan skor 2-3. Pertandingan dimenangkan Persebaya Surabaya.

Sementara, berdasarkan data yang didapat Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), korban tewas bertambah menjadi 153 orang.

Ratusan Aremania dikabarkan menjadi korban tewas dalam insiden tersebut. Sementara itu, terdapat dua Anggota Kepolisian yang juga dikabarkan tewas. Mayoritas para korban meninggal dunia karena sesak nafas dan terinjak-injak usai pihak kepolisian melempar gas air mata untuk melerai kerusuhan. [aan]

Komentar