Buntut Keributan Timnas U-22 dengan Thailand, Komdis AFC Bakal Siapkan Sanksi

Olahraga, Sepakbola314 Dilihat
Keterangan Foto: Penerimaan Medali Emas Timnas U-22

Smartcitymakassar.com – Jakarta. Komite Disiplin AFC telah menyiapkan sanksi untuk pihak yang terkait dalam kericuhan di Final Sea Games 2023. Diketahui, Final Sea Games sepak bola putra terlaksana pada tanggal 16 Mei lalu. Kala itu, timnas U-22 Indonesia  berhadapan dengan Thailand.

Suad Garuda Muda lalu keluar sebagai pemenang. Tepatnya tim Garuda Muda menumbangkan Thailand dengan skor 5-2 lewat babak extra time.

Namun sayang, laga tersebut ternodai dengan adanya keributan yang melibatkan kedua tim. Keributan itu terjadi setelah Irfan Jauhari mencetak gol ketiga Garuda Muda pada menit ke-92.

Salah satu yang menjadi korban momen tersebut adalah manajer tim Garuda Muda Sumardji. Sumardji sempat tersungkur karena terkena pukulan dari staf pelatih Thailand

Menanggapi hal ini, AFC pun angkat bicara. Pihak AFC menegaskan bakal memberikan sanksi kepada siapa saja yang terlibat dalam keributan.

Lebih lanjut, AFC memastikan medali emas yang diraih timnas U-22  tak akan dicabut. Hal yang sama berlaku kepada Thailand yang meraih medali perak.

“Tidak akan ada penalti untuk pencabutan medali untuk kedua tim, tetapi para pemain dan anggota staf pelatih yang berpartisipasi dalam pertarungan pasti akan didenda dan diskors,” kata pemimpin AFC, dilansir  dari VnExpress.

Sementara itu, PSSI berniat melaporkan Thailand terkait kericuhan yang terjadi. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC) Raja Sapta Oktohari.

Kami telah melakukan komunikasi dengan Pak Erick Thohir”, katanya.

 ini, lanjutnya, PSSI sedang mengumpulkan bukti-bukti insiden di laga final kemarin. Dan akan dilaporkan ke FIFA.

Raja menambahkan langkah ini bakal memberikan dampak untuk kedua negara. Dampak tersebut yakni Indonesia dan Thailand harus siap menerima konsekuensi bila terbukti salah

“Jika Indonesia yang salah harus bisa menerima konsekuensi. Begitu juga dengan Thailand. Harus menerima hal yang sama,” tandasnya. [*]

Laporan: Aan Saputra

Komentar